Info 16 Juni 2017
REMINDER IPO STOCK
Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) dilakukan oleh PT Bahana Sekuritas (DX), PT CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) dan PT Indo Premier Sekuritas (PD) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Pada tanggal 09 Juni 2017, TOPS memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TOPS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.666.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp310,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juni 2017.
Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan seluruhnya untuk:
1.) Sekitar 35% atau sebesar Rp174.463.765.543 untuk pembayaran sebagian utang berdasarkan fasilitas-fasilitas pinjaman/pembiayaan yang diperoleh dari kreditur-kreditur (Rp125.953.313.564 untuk membayar sebagian pinjaman Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), Rp31.343.251.819 untuk membayar sebagian pembiayaan musyarakah Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), Rp9.081.863.068 untuk membayar sebagian pembiayaan musyarakah PT Bank BNI Syariah dan Rp8.085.337.092 untuk membayar sebagian pembiayaan Bank Muamalat Indonesia Tbk).
2.) Sekitar 60% untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Perseroan guna mendukung operasi Perseroan yang terkait beban pokok penjualan, beban umum dan administrasi, serta bebas bunga pinjaman, dan 3.) Sisanya 5,00% untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan di bidang konstruksi melalui pembelian mesin, alat berat dan/atau peralatan konstruksi antara lain berupa Aluma System, tower crane, passenger hoist, dan concrete pump.
PT Totalindo Eka Persada didirikan pada tanggal 31 Oktober 1996. Kantor pusat PT Totalindo Eka Persada berlokasi di Jl. Tebet Raya 14A, Jakarta Selatan 12810 – Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha PT Totalindo Eka Persada adalah berusaha dalam bidang pembangunan, perdagangan umum, industri, pertanian, jasa, percetakan, pengangkutan darat, perbengkelan. Kegiatan utama PT Totalindo Eka Persada adalah jasa konstruksi terintegrasi, mulai dari jasa konsultasi dan desain konstruksi, pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur sampai dengan mekanikal elektrikal dan pemipaan (plumbing) untuk apartemen, rusun, hotel, pusat perbelanjaan, pabrik, sekolah, tempat ibadah, jalan tol dan jembatan.
Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Totalindo Eka Persada dimiliki oleh PT Totalindo Investama Persada (97,86%), Donald Sihombing (2,11%) dan Sabang Merauke Sihombing (0,03%).
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Erry Firmansyah Komisaris Utama (Komisaris Independen)
Sabang Merauke Sihombing Komisaris
Saut Irianto Rajagukguk Komisaris
Donald Sihombing Direktur Utama
Sung Hyun Jim Baik Direktur
Joni Direktur
Andre Chandra Biantoro Direktur
Achyat Direktur
Eko Wardoyo Direktur Independen
============================
Ini paket kebijakan ekonomi tahap XV
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi tahap XV untuk mengembangkan usaha dan daya saing penyedia jasa logistik nasional.
"Dalam aturan-aturan yang diterbitkan guna mendukung paket kebijakan ekonomi yang ke-15 ini, akan terbagi 3 yang difokuskan pada Perbaikan Sistem Logistik Nasional untuk mempercepat Pengembangan Usaha dan Daya Saing Penyedia Jasa Logistik Nasional," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, saat melakukan konferensi pers bersama Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.
Pertama adalah pemberian kesempatan meningkatkan peran dan skala usaha, dengan kebijakan yang memberikan peluang bisnis untuk angkutan dan asuransi nasional dalam mengangkut barang ekspor impor, serta meningkatkan usaha galangan kapal atau pemeliharaan kapal di dalam negeri.
Kedua, kemudahan berusaha dan pengurangan beban biaya bagi usaha penyedia jasa logistik nasional, dengan kebijakan antara lain: (1) mengurangi biaya operasional jasa transportasi; (2) menghilangkan persyaratan perizinan angkutan barang; (3) meringankan biaya investasi usaha kepelabuhanan; (4) standarisasi dokumen arus barang dalam negeri; (5) mengembangkan pusat distribusi regional; (6) kemudahan pengadaan kapal tertentu dan (7) mekanisme pengembalian biaya jaminan peti kemas.
Ketiga, penguatan kelembagaan dan kewenangan Indonesia National Single Window (INSW), dengan kebijakan, antara lain: (2) memberikan fungsi independensi badan INSW untuk dapat mengembangkan sistem elektronik pelayanan dan pengawasan ekspor impor, kepabeanan, dan kepelabuhan di seluruh Indonesia; (2) mengawasi kegiatan ekspor impor yang berpotensi sebagai "illegal trading"; (3) membangun "single risk management" untuk kelancaran arus barang dan penurunan dwelling time dan (4) sebagai competent authority dalam integrasi ASEAN Single Window dan pengamanan pelaksanaan Free Trade Agreement (FTA).
http://www.antaranews.com/berita/635646/ini-paket-kebijakan-ekonomi-tahap-xv
============================
Bank Dunia nilai asumsi makro 2018 wajar
Jakarta (ANTARA News) - Bank Dunia menilai target pertumbuhan ekonomi dalam asumsi dasar ekonomi makro untuk Nota Keuangan dan RAPBN 2018 yang telah disepakati oleh pemerintah dan DPR berada dalam rentang yang wajar.
"Kami pikir rentangnya bisa dicapai. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,3 persen tahun depan," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves dalam peluncuran laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis.
Asumsi ekonomi makro 2018 yang telah disepakati oleh pemerintah dan DPR antara lain menyangkut pertumbuhan ekonomi 5,2 persen-5,6 persen, laju inflasi 2,5 persen-4,5 persen, tingkat bunga SPN 3 bulan 4,8 persen-5,6 persen dan nilai tukar rupiah Rp13.300 per dolar AS-Rp13.500 per dolar AS.
Rodrigo memandang faktor-faktor yang mendorong tercapainya target pertumbuhan di tahun depan tersebut antara lain pengeluaran pemerintah dan ekspor yang membaik, serta kemungkinan rebound pada harga komoditas.
Bank Dunia sendiri memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia meningkat dari 5,2 persen pada 2017 menjadi 5,3 persen pada 2018 dalam laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia edisi Juni.
http://www.antaranews.com/berita/635639/bank-dunia-nilai-asumsi-makro-2018-wajar
============================
Inilah Opsi PT J Resources Cari Dana Segar
INILAHCOM, Jakarta - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Direktur Keuangan PSAB, William Surnata mengatakan bahwa saat ini perseroan telah mendapatkan izin resmi dari OJK. Namun perseroan belum memutuskan waktu pelaksanaan rencana rights issue tersebut.
Saat ini, perseroan masih mencari skema terbaik untuk mencari pendanaan untuk pengembangan tambang baru. "Kita sudah dapat izin tapi belum tau kapan, karena kita lagi jajaki semuanya kaya bond, loan atau mungkin juga bermitra nanti," kata William di Graha CIMB Niaga, Kamis (15/6/2017).
Dijelaskan William, saat ini perseroan membutuhkan pendanaan minimal US$300 juta. Dana ini untuk mengembangkan dua tambang baru, Pani di Gorontalo dan Doup di Sulawesi Utara. Selain rights issue, PSAB juga telah mendapatkan izin OJK untuk menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar Rp500 miliar dengan tingkat suku bunga 11,05%. Perseroan menawarkan jangka waktu MTN tersebut 36 bulan.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2385599/inilah-opsi-pt-j-resources-cari-dana-segar
============================
Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) dilakukan oleh PT Bahana Sekuritas (DX), PT CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) dan PT Indo Premier Sekuritas (PD) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Pada tanggal 09 Juni 2017, TOPS memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TOPS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.666.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp310,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juni 2017.
Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan seluruhnya untuk:
1.) Sekitar 35% atau sebesar Rp174.463.765.543 untuk pembayaran sebagian utang berdasarkan fasilitas-fasilitas pinjaman/pembiayaan yang diperoleh dari kreditur-kreditur (Rp125.953.313.564 untuk membayar sebagian pinjaman Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), Rp31.343.251.819 untuk membayar sebagian pembiayaan musyarakah Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), Rp9.081.863.068 untuk membayar sebagian pembiayaan musyarakah PT Bank BNI Syariah dan Rp8.085.337.092 untuk membayar sebagian pembiayaan Bank Muamalat Indonesia Tbk).
2.) Sekitar 60% untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Perseroan guna mendukung operasi Perseroan yang terkait beban pokok penjualan, beban umum dan administrasi, serta bebas bunga pinjaman, dan 3.) Sisanya 5,00% untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan di bidang konstruksi melalui pembelian mesin, alat berat dan/atau peralatan konstruksi antara lain berupa Aluma System, tower crane, passenger hoist, dan concrete pump.
PT Totalindo Eka Persada didirikan pada tanggal 31 Oktober 1996. Kantor pusat PT Totalindo Eka Persada berlokasi di Jl. Tebet Raya 14A, Jakarta Selatan 12810 – Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha PT Totalindo Eka Persada adalah berusaha dalam bidang pembangunan, perdagangan umum, industri, pertanian, jasa, percetakan, pengangkutan darat, perbengkelan. Kegiatan utama PT Totalindo Eka Persada adalah jasa konstruksi terintegrasi, mulai dari jasa konsultasi dan desain konstruksi, pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur sampai dengan mekanikal elektrikal dan pemipaan (plumbing) untuk apartemen, rusun, hotel, pusat perbelanjaan, pabrik, sekolah, tempat ibadah, jalan tol dan jembatan.
Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Totalindo Eka Persada dimiliki oleh PT Totalindo Investama Persada (97,86%), Donald Sihombing (2,11%) dan Sabang Merauke Sihombing (0,03%).
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Erry Firmansyah Komisaris Utama (Komisaris Independen)
Sabang Merauke Sihombing Komisaris
Saut Irianto Rajagukguk Komisaris
Donald Sihombing Direktur Utama
Sung Hyun Jim Baik Direktur
Joni Direktur
Andre Chandra Biantoro Direktur
Achyat Direktur
Eko Wardoyo Direktur Independen
============================
Ini paket kebijakan ekonomi tahap XV
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi tahap XV untuk mengembangkan usaha dan daya saing penyedia jasa logistik nasional.
"Dalam aturan-aturan yang diterbitkan guna mendukung paket kebijakan ekonomi yang ke-15 ini, akan terbagi 3 yang difokuskan pada Perbaikan Sistem Logistik Nasional untuk mempercepat Pengembangan Usaha dan Daya Saing Penyedia Jasa Logistik Nasional," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, saat melakukan konferensi pers bersama Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.
Pertama adalah pemberian kesempatan meningkatkan peran dan skala usaha, dengan kebijakan yang memberikan peluang bisnis untuk angkutan dan asuransi nasional dalam mengangkut barang ekspor impor, serta meningkatkan usaha galangan kapal atau pemeliharaan kapal di dalam negeri.
Kedua, kemudahan berusaha dan pengurangan beban biaya bagi usaha penyedia jasa logistik nasional, dengan kebijakan antara lain: (1) mengurangi biaya operasional jasa transportasi; (2) menghilangkan persyaratan perizinan angkutan barang; (3) meringankan biaya investasi usaha kepelabuhanan; (4) standarisasi dokumen arus barang dalam negeri; (5) mengembangkan pusat distribusi regional; (6) kemudahan pengadaan kapal tertentu dan (7) mekanisme pengembalian biaya jaminan peti kemas.
Ketiga, penguatan kelembagaan dan kewenangan Indonesia National Single Window (INSW), dengan kebijakan, antara lain: (2) memberikan fungsi independensi badan INSW untuk dapat mengembangkan sistem elektronik pelayanan dan pengawasan ekspor impor, kepabeanan, dan kepelabuhan di seluruh Indonesia; (2) mengawasi kegiatan ekspor impor yang berpotensi sebagai "illegal trading"; (3) membangun "single risk management" untuk kelancaran arus barang dan penurunan dwelling time dan (4) sebagai competent authority dalam integrasi ASEAN Single Window dan pengamanan pelaksanaan Free Trade Agreement (FTA).
http://www.antaranews.com/berita/635646/ini-paket-kebijakan-ekonomi-tahap-xv
============================
Bank Dunia nilai asumsi makro 2018 wajar
Jakarta (ANTARA News) - Bank Dunia menilai target pertumbuhan ekonomi dalam asumsi dasar ekonomi makro untuk Nota Keuangan dan RAPBN 2018 yang telah disepakati oleh pemerintah dan DPR berada dalam rentang yang wajar.
"Kami pikir rentangnya bisa dicapai. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,3 persen tahun depan," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves dalam peluncuran laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis.
Asumsi ekonomi makro 2018 yang telah disepakati oleh pemerintah dan DPR antara lain menyangkut pertumbuhan ekonomi 5,2 persen-5,6 persen, laju inflasi 2,5 persen-4,5 persen, tingkat bunga SPN 3 bulan 4,8 persen-5,6 persen dan nilai tukar rupiah Rp13.300 per dolar AS-Rp13.500 per dolar AS.
Rodrigo memandang faktor-faktor yang mendorong tercapainya target pertumbuhan di tahun depan tersebut antara lain pengeluaran pemerintah dan ekspor yang membaik, serta kemungkinan rebound pada harga komoditas.
Bank Dunia sendiri memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia meningkat dari 5,2 persen pada 2017 menjadi 5,3 persen pada 2018 dalam laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia edisi Juni.
http://www.antaranews.com/berita/635639/bank-dunia-nilai-asumsi-makro-2018-wajar
============================
Inilah Opsi PT J Resources Cari Dana Segar
INILAHCOM, Jakarta - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Direktur Keuangan PSAB, William Surnata mengatakan bahwa saat ini perseroan telah mendapatkan izin resmi dari OJK. Namun perseroan belum memutuskan waktu pelaksanaan rencana rights issue tersebut.
Saat ini, perseroan masih mencari skema terbaik untuk mencari pendanaan untuk pengembangan tambang baru. "Kita sudah dapat izin tapi belum tau kapan, karena kita lagi jajaki semuanya kaya bond, loan atau mungkin juga bermitra nanti," kata William di Graha CIMB Niaga, Kamis (15/6/2017).
Dijelaskan William, saat ini perseroan membutuhkan pendanaan minimal US$300 juta. Dana ini untuk mengembangkan dua tambang baru, Pani di Gorontalo dan Doup di Sulawesi Utara. Selain rights issue, PSAB juga telah mendapatkan izin OJK untuk menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar Rp500 miliar dengan tingkat suku bunga 11,05%. Perseroan menawarkan jangka waktu MTN tersebut 36 bulan.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2385599/inilah-opsi-pt-j-resources-cari-dana-segar
============================

Post a Comment