Saham 20 January 2017


*CIMB on Bank Tabungan Negara (BBTN)* 1/13/2017
Better earnings outlook for 2017.
- Pemerintah telah menaikkan dana subsidi perumahan untuk tahun 2017 menjadi Rp15,6 triliun, naik 26% dari dana tahun 2016 sejumlah Rp12,4 triliun. Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) naik menjadi Rp9,7 triliun (+5% yoy), sementara Simpanan Sukarela Berjangka (SSB) dan Bantuan Uang Muka (BUM) masing-masing meningkat menjadi Rp3,7 triliun (+85% yoy) dan Rp2.2 triliun (+83% yoy). Di tahun 2016, BBTN mampu merealisasikan total pencairan KPR hingga 130 ribu rumah (diluar pinjaman konstruksi), 90 ribu melalui SSB dan 40 ribu melalui FLPP.
- 11M16 net profit BBTN sejumlah Rp2,1 triliun (+35% yoy), didorong oleh pertumbuhan pinjaman sejumlah 17% yoy. BBTN menargetkan pertumbuhan pinjaman 20-22% pada FY17.
- Valuasi: ADD dengan TP Rp2,400
*Buana Capital on Bank Mandiri (BMRI)* 1/16/2017
Downgrade our FY16 and FY17 net profit forecast
- Net profit BMRI turun -24.4% menjadi Rp13,5 triliun pada 11M16, mencapai hanya 77.6% FY16 BCf, jauh dibawah ekspektasi. 11M16 provision expenses meningkat 103% YoY menjadi Rp18,9 triliun dan melampaui FY16 BCf Rp16,7 triliun. Pada topline, net interest income meningkat 16.4% YoY menjadi Rp41,7 triliun pada 11M16, mencapai 82.7% BCf, juga lebih rendah dari ekspektasi.
- Hingga Desember, BMRI berhasil memperoleh dana repatriasi sejumlah Rp23 triliun atau 26% dari Rp88.2 triliun melalui bank persepesi, yang merupakan penerima kedua tertinggi diantara peersnya.
- Valuasi: HOLD dengan TP Rp11,300
*Ciptadana on Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)* 1/16/2017
Key meeting takeaways
- INTP membukukan penjualan semen sejumlah 1.40 juta ton pada Desember 2016, turun 4.9% MoM dari 1.48 juta ton pada November 2016 dikarenakan larangan truk oleh pemerintah pada sebelum dan sesudah hari raya natal dan tahun baru. Sementara, INTP menjual 16.1 juta ton pada FY16, turun 4% YoY dari 15.4 juta ton pada FY15.
- Market share INTP di bulan Desember 2016 tercatat 27.5%, sedikit lebih rendah dari Desember 2015 yang tercatat 25.8%. Market share INTP untuk FY16 tercatat 26.0%, dibanding 27.5% pada FY15. Selain itu, market share di Jakarta, Banten dan Jawa Barat masing-masing mengalami penurunan 14%, 10% dan 2%.
- Valuasi: HOLD dengan TP Rp16,000

No comments