BURSA SAHAM 4 JULI: IHSG Dibuka Turun 0,40% di 5.886,72
Bisnis.com, JAKARTA - IHSG diprediksi masih akan lanjutkan penguatan, setelah tembus level 5.900 dalam perdagangan kemarin.
Indosurya Securities menyebutkan IHSG hari akan melanjutkan penguatan di level 5821 – 5945
Kepala Riset William Surya Wijaya mengataman di hari kedua di awal semester kedua 2017, IHSG masih terlihat berusaha untuk melanjutkan kenaikan dengan ditunjang oleh capital inflow yang masih memungkinkan terjadi paska libur panjang
Hal itu, katanya, tentunya ditopang oleh fundamental perekonomian yang terjaga, tercermin dari rilis data inflasi yang terlansir terkendali, sehingga tingkat kepercayaan investor masih cukup tinggi untuk berinvestasi dalam pasar modal Indonesia.
"Hari ini IHSG berpotensi menguat," tulisnya dalam riset
Binaartha Securities memprediksi IHSG hari ini berpeluang menuju level resisten di area 5937 dan 5963
Binaartha Securities memprediksi IHSG hari ini berpeluang menuju level resisten di area 5937 dan 5963
Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG ditutup melonjak 1,38% di level 5910.237 pada 3 Juli 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5857.548 dan 5804.860.
Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 5936.581 dan 5962.925. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area positif. Namun, Stochastic dan RSI sudah overbought.
Meskipun demikian, terdapat pola white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks.
"Dengan demikian, IHSG akan berpotensi menuju ke level resistance di area 5937 dan 5963," tulisnya dalam riset.
Oso Securities memperkirakan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.
Analis Oso Securities menyebutkan secara teknikal, saat ini IHSG sudah berada pada area overbought, stochastic oscillator bullish, RSI kuat dan histogram MACD positf.
"Kami perkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 5,838-5,946," ujar mereka dalam risetnya
Reliance Securities menyebutkan secara teknikal IHSG berhasil mematahkan rekor tertinggi sebelumnya pasca berhasil break out resistance dan upper bollinger bands.
Analis Lanjar Nafi mengatakan posisi Indikator Stochastic yang telah berada pada area jenuh beli begitu juga indikator RSI akan menjadi pemberat dalam pergerakan selanjutnya.
"Sehingga diperkirakan IHSG rawan akan terjadi koreksi jangka pendek dengan range pergerakan 5800-5920," tulisnya dalam riset
Adapun saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya JPFA, LSIP, PGAS, MEDC, SCMA.

Post a Comment