Update Info Sore 14 Maret 2017

Tuesday 14/Mar/2017 at 16:20

WASKITA BETON PRECAST BIDIK LABA BERSIH Rp1,1 TRILIUN DI 2017.

IQPlus, (14/03) - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), anak usaha emiten BUMN di bidang beton pra cetak ini menargetkan laba bersih tahun ini bisa mencapai Rp1,1 triliun atau meningkat 73,28% dibandingkan raihan laba bersih di taun 2016 yang sebesar Rp634,8 miliar.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Utama Waskita Beton Precast, Jarot Subana, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan, Selasa.

"Tahun ini kita target laba bersih Rp1,1 triliun, target ini tumbuh signifikan dibandingkan tahun lalu," tambah dia.

Peningkatan laba bersih tersebut akan didorong target penjualan yang dibidik sebesar Rp7,7 triliun tahun ini atau naik 63,13% dari penjualan setahun lalu yang sebesar Rp4,72 triliun.

Selain itu, perseroan juga menargetkan kontrak baru tahun ini sebesar Rp12,3 triliun. Dimana, hingga pertengahan Maret 2017 ini perseroan telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp3,3 triliun. Artinya kontrak baru perseroan sudah 27,2% dari target tahun ini.

"Tahun ini nilai kontak baru Rp12,3 triliun. Hingga pertengahan Maret ini sudah Rp3,3 triliun," terangnya.

Jarot merincikan, perolehan kontrak baru yang sebesar Rp3,3 triliun diperoleh perseroan dari proyek jalan tol Legundi-Bunder pada Februari 2017. Selain itu, perseroan juga memperkirakan kontrak baru dari proyek jalan tol Jakarta-Cikampek elevated, dan juga proyekn tol Kayu Agung-Palembang-Betung.

"Ini kontrak baru dari Legundi bunder, elevated Jakarta-Cikampek, dan Kayu Agung-Betung," jelasnya.

Selain itu, dirinya juga menguraikan bahwa dari Rp12,3 triliun kontrak baru pada tahun ini, sebesar Rp10 triliun merupakan carry over dari kontrak di tahun 2016 lalu. Dimana, 80% kontrak yang diperoleh berasal dari internal. Sedangkan 20% sisanya berasal dari proyek swasta.

"Kita punya carry over itu Rp 10 triliun, tahun ini kan Rp12 triliun. Internal 80 persen dari total kontrak. Ini mayoritas proyek jalan tol trans Jawa dan trans Sumatera. Sisanya proyek kecil dari swasta," tutup Jarot. (end/fu)

No comments