Info 6 Maret 2017
Namun, ada satu fundamental penting yang menurut saya harus kita perhitungkan ketika melakukan valuasi saham MCOR di posisi saat ini, yakni masuknya CCB (China Construction Bank) menggantikan kepemilikan pemegang saham sebelumnya. CCB merupakan satu dari 4 bank terbesar di China dan nomor 2 terbesar di dunia secara market cap, serta perusahaan terbesar nomor 6 di dunia pada tahun 2015. CCB ini merupakan lender terbesar didunia di bidang proyek infrastruktur dan industry.
Masuknya CCB di Indonesia ini bisa dikatakan langka, karena kepemilikan yang melebihi 40% sebenarnya tidak boleh, tetapi dengan aturan yang baru, diperbolehkan dengan syarat harus membeli 2 bank dan memergerkan nya menjadi satu. Jadi nanti Bank Windu ini digabung dengan Bank Antardaerah, proses akuisi Bank Antardaerah ini juga masih berlangsung.
http://www.indonesia-investments.com/id/berita/berita-hari-ini/sektor-perbankan-indonesia-kepemilikan-asing-pendanaan-berkelanjutan/item6215
http://keuangan.kontan.co.id/news/akuisisi-bank-windu-ditargetkan-selesai-september
Apa motif dibalik masuknya CCB ini?
Saya tidak mengerti politiknya seperti apa, tapi yang jelas kita bisa melihat sendiri dengan potensi proyek infrastruktur dan industry di Indonesia yang begitu besar dan kedekatan pemerintah RI dengan China saat ini, CCB memanfaatkan momentum ini dengan cepat dimana pemerintah RI pun saat ini sangat haus akan pendanaan segar untuk proyek yang masih minim dana.
Dari masuknya CCB ini, perubahan pertama yang langsung berimpact ke MCOR adalah dengan kenaikan asset yang sangat signifikan.
PT Bank WIndu Kenjana Internasional Tbk pada tahun ini membidik pertumbuhan aset hingga Rp 15,53 triliun. Target ini tumbuh sebesar 55% dibandingkan posisi aset akhir 2015 lalu sebesar Rp 10,08 triliun.
Presiden Direktur Bank Windu Louis Sudarmana mengatakan, pertumbuhan aset tersebut akan didukuung dengan masuknya China Construction Bank (CCB) menjadi pemegang saham pengendali (PSP).
Dengan target aset yang tinggi, pihaknya juga menargetkan akan menggenjot kredit hingga 55,6% dari Rp 7,26 triliun menjadi Rp 11,30 triliun.
“Dengan masuknya investor CCB itu, otomatis permodalan kita juga naik dan itu bisa disalurkan untuk penyaluran kredit,” kata Louis seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Jumat (13/5).
http://keuangan.kontan.co.id/news/bank-windu-bidik-aset-rp-1553-triliun-di-2016
Nah, kasarnya, jika asset MCOR naik 15T dari posisi 10T, maka PBV pun akan berubah menjadi lebih kecil, lalu dengan naiknya revenue 50%, PER juga akan ikut turun yang berarti valuasi saat ini tidak bisa lagi kita bilang mahal.
Dengan harga yang terus naik selama beberapa waktu terakhir, artinya market mulai melakukan adjustment terhadap harga MCOR dimana market mulai mencari harga pantas dari MCOR akibat dari perubahan fundamental yang dasyat.
Kedepan jelas target CCB mengarah ke proyek infrastruktur di Indonesia, dan menurut saya akan ada perubahan visi misi dari Bank Windu ini nantinya, mungkin bisnis pendanaan retail akan terus mereka pertahankan, tapi fokus utama akan semakin berbeda dan menarik.
Terus apa lagi? Bagaiman kalau CCB ini terus menggontorkan dana ke MCOR?
Sangat mungkin sekali, proyek2 infrastruktur butuh dana besar. Asset MCOR saat ini hanya sekitar 10T. Bayangkan, proyek perluasan bandara Soetta saja membutuhkan dana sekitar 5T, belum lagi jika bicara proyek jalan tol, jalur kereta, trans sumatera, dll. Berapa banyak T nya itu???
Target proyek infrastruktur pemerintah Indonesia sampai 2020 adalah 450 billion USD, dengan kurs sekarang itu sekitar Rp 5,000T. Untuk 2016 saja pemerintah menargetkan 22 billion USD atau Rp 300T, ini pun pemerintah sedang dilemma dengan anggaran yang tidak memadai. Jelas CCB tidak mau kehilangan momen2 ini.
http://www.buildingshows.com/market-insights/indonesia/indonesia-s-construction-industry-market-report/801813852
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/05/24/080000826/dilema.strategi.anggaran.jokowi
Saya tidak tahu hitungan bersihnya seperti apa, berapa banyak dana yang akan digelontorkan CCB untuk memperbesar asset MCOR demi masuk ke pendanaan infrastruktur. Yang jelas semakin besar maka potensi MCOR untuk terus berkembang semakin lebar.
Valuasi saat ini akan terus menyesuaikan, dimana market sedang merevaluasi MCOR secara alami. Hitungan real akan kita dapatkan setelah kepastian CCB dan arah MCOR kedepan. Mungkin setelah tahun buku 2016 selesai dulu dan laporan keuangan nya release, kita sudah bisa melihat arah pergerakan CCB di MCOR. Untuk saat ini, silahkan masing-masing memvaluasi sendiri sampai berapa harga wajar untuk MCOR. Jika merasa MCOR sudah kemahalan jgan coba-coba masuk, bagi yang melihat peluang, perhatikan betul analisa teknikal juga volumenya jangan sampai nyangkut di atas. Kita akan lihat bersama sampai ke mana harga MCOR nantinya.
Sekali lagi ini bukan rekomendasi membeli, tapi sharing analisa secara objective, semoga bermanfaat. Disc On.
Masuknya CCB di Indonesia ini bisa dikatakan langka, karena kepemilikan yang melebihi 40% sebenarnya tidak boleh, tetapi dengan aturan yang baru, diperbolehkan dengan syarat harus membeli 2 bank dan memergerkan nya menjadi satu. Jadi nanti Bank Windu ini digabung dengan Bank Antardaerah, proses akuisi Bank Antardaerah ini juga masih berlangsung.
http://www.indonesia-investments.com/id/berita/berita-hari-ini/sektor-perbankan-indonesia-kepemilikan-asing-pendanaan-berkelanjutan/item6215
http://keuangan.kontan.co.id/news/akuisisi-bank-windu-ditargetkan-selesai-september
Apa motif dibalik masuknya CCB ini?
Saya tidak mengerti politiknya seperti apa, tapi yang jelas kita bisa melihat sendiri dengan potensi proyek infrastruktur dan industry di Indonesia yang begitu besar dan kedekatan pemerintah RI dengan China saat ini, CCB memanfaatkan momentum ini dengan cepat dimana pemerintah RI pun saat ini sangat haus akan pendanaan segar untuk proyek yang masih minim dana.
Dari masuknya CCB ini, perubahan pertama yang langsung berimpact ke MCOR adalah dengan kenaikan asset yang sangat signifikan.
PT Bank WIndu Kenjana Internasional Tbk pada tahun ini membidik pertumbuhan aset hingga Rp 15,53 triliun. Target ini tumbuh sebesar 55% dibandingkan posisi aset akhir 2015 lalu sebesar Rp 10,08 triliun.
Presiden Direktur Bank Windu Louis Sudarmana mengatakan, pertumbuhan aset tersebut akan didukuung dengan masuknya China Construction Bank (CCB) menjadi pemegang saham pengendali (PSP).
Dengan target aset yang tinggi, pihaknya juga menargetkan akan menggenjot kredit hingga 55,6% dari Rp 7,26 triliun menjadi Rp 11,30 triliun.
“Dengan masuknya investor CCB itu, otomatis permodalan kita juga naik dan itu bisa disalurkan untuk penyaluran kredit,” kata Louis seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Jumat (13/5).
http://keuangan.kontan.co.id/news/bank-windu-bidik-aset-rp-1553-triliun-di-2016
Nah, kasarnya, jika asset MCOR naik 15T dari posisi 10T, maka PBV pun akan berubah menjadi lebih kecil, lalu dengan naiknya revenue 50%, PER juga akan ikut turun yang berarti valuasi saat ini tidak bisa lagi kita bilang mahal.
Dengan harga yang terus naik selama beberapa waktu terakhir, artinya market mulai melakukan adjustment terhadap harga MCOR dimana market mulai mencari harga pantas dari MCOR akibat dari perubahan fundamental yang dasyat.
Kedepan jelas target CCB mengarah ke proyek infrastruktur di Indonesia, dan menurut saya akan ada perubahan visi misi dari Bank Windu ini nantinya, mungkin bisnis pendanaan retail akan terus mereka pertahankan, tapi fokus utama akan semakin berbeda dan menarik.
Terus apa lagi? Bagaiman kalau CCB ini terus menggontorkan dana ke MCOR?
Sangat mungkin sekali, proyek2 infrastruktur butuh dana besar. Asset MCOR saat ini hanya sekitar 10T. Bayangkan, proyek perluasan bandara Soetta saja membutuhkan dana sekitar 5T, belum lagi jika bicara proyek jalan tol, jalur kereta, trans sumatera, dll. Berapa banyak T nya itu???
Target proyek infrastruktur pemerintah Indonesia sampai 2020 adalah 450 billion USD, dengan kurs sekarang itu sekitar Rp 5,000T. Untuk 2016 saja pemerintah menargetkan 22 billion USD atau Rp 300T, ini pun pemerintah sedang dilemma dengan anggaran yang tidak memadai. Jelas CCB tidak mau kehilangan momen2 ini.
http://www.buildingshows.com/market-insights/indonesia/indonesia-s-construction-industry-market-report/801813852
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/05/24/080000826/dilema.strategi.anggaran.jokowi
Saya tidak tahu hitungan bersihnya seperti apa, berapa banyak dana yang akan digelontorkan CCB untuk memperbesar asset MCOR demi masuk ke pendanaan infrastruktur. Yang jelas semakin besar maka potensi MCOR untuk terus berkembang semakin lebar.
Valuasi saat ini akan terus menyesuaikan, dimana market sedang merevaluasi MCOR secara alami. Hitungan real akan kita dapatkan setelah kepastian CCB dan arah MCOR kedepan. Mungkin setelah tahun buku 2016 selesai dulu dan laporan keuangan nya release, kita sudah bisa melihat arah pergerakan CCB di MCOR. Untuk saat ini, silahkan masing-masing memvaluasi sendiri sampai berapa harga wajar untuk MCOR. Jika merasa MCOR sudah kemahalan jgan coba-coba masuk, bagi yang melihat peluang, perhatikan betul analisa teknikal juga volumenya jangan sampai nyangkut di atas. Kita akan lihat bersama sampai ke mana harga MCOR nantinya.
Sekali lagi ini bukan rekomendasi membeli, tapi sharing analisa secara objective, semoga bermanfaat. Disc On.
Post a Comment