Info 14 Maret 2017
Berikut 3 sentimen utama yang akan membangkitkan gairah di sektor infrastruktur
1.➡Sri Mulyani siapkan dana hingga Rp 387 triliun untuk sektor infrastruktur
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan dana infrastruktur sebesar Rp 387,3 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Angka ini naik signifikan Rp 70,2 triliun dari realisasi APBN-Perubahan 2016 sebesar Rp 317,1 triliun.
2 ➡ 21 proyek infrastruktur pemerintah senilai Rp 119,58 triliun
Baru-baru ini, pemerintah telah mencanangkan akan melakukan pembangunan 21 proyek infrastruktur senilai Rp119,58 triliun melalui skema pembiayaan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Adapun, 21 proyek tersebut terdiri dari proyek pelabuhan sebanyak, jalan tol, transportasi berbasis rel, pengolahan air minum, pengolahan air, dan proyek telekomunikasi
3. ➡ UU baru terkait jasa konstruksi
Pemerintah dan DPR baru saja merampungkan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Aturan ini menggantikan UU Jasa Konstruksi Nomor 18 tahun 1999, yang sudah berlaku selama kurang lebih 17 tahun.
Dalam UU baru ini diatur dari hulu sampai hilir tentang jasa konstruksi baik mengenai rantai pasok, delivery system dalam sistem pengadaan barang dan jasa serta mutu konstruksi mutu, serta kebutuhan dalam penyelesaian sengketa konstruksi.
Pada UU sebelumnya, tidak adanya perlindungan serta masalah sengketa dan belum jelasnya tata cara pembangunan dari hulu hingga hilir menyebabkan tidak banyak orang yang ingin masuk ke industri ini. Adanya perubahan UU ini diharapkan akan meningkatkan daya saing industri jasa konstruksi dalam negeri di era persaingan global.
Dari sentimen-sentimen diatas, tentunya ke-3 hal tersebut merupakan sentimen positif untuk sektor infrastruktur. Namun tidak hanya sektor infrastruktur saja yang berpotensi untuk menguat, sektor konstruksi juga akan terkena imbasnya, terutama ADHI, WIKA dan JSMR yang memenangkan proyek pemerintah.
Meskipun begitu, sentimen tersebut tidak akan langsung memberikan dampak instan terhadap pergerakan harga saham tersebut. Namun, untuk kedepannya, saham-saham sektor infrastruktur masih memiliki prospek yang cerah
1.➡Sri Mulyani siapkan dana hingga Rp 387 triliun untuk sektor infrastruktur
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan dana infrastruktur sebesar Rp 387,3 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Angka ini naik signifikan Rp 70,2 triliun dari realisasi APBN-Perubahan 2016 sebesar Rp 317,1 triliun.
2 ➡ 21 proyek infrastruktur pemerintah senilai Rp 119,58 triliun
Baru-baru ini, pemerintah telah mencanangkan akan melakukan pembangunan 21 proyek infrastruktur senilai Rp119,58 triliun melalui skema pembiayaan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Adapun, 21 proyek tersebut terdiri dari proyek pelabuhan sebanyak, jalan tol, transportasi berbasis rel, pengolahan air minum, pengolahan air, dan proyek telekomunikasi
3. ➡ UU baru terkait jasa konstruksi
Pemerintah dan DPR baru saja merampungkan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Aturan ini menggantikan UU Jasa Konstruksi Nomor 18 tahun 1999, yang sudah berlaku selama kurang lebih 17 tahun.
Dalam UU baru ini diatur dari hulu sampai hilir tentang jasa konstruksi baik mengenai rantai pasok, delivery system dalam sistem pengadaan barang dan jasa serta mutu konstruksi mutu, serta kebutuhan dalam penyelesaian sengketa konstruksi.
Pada UU sebelumnya, tidak adanya perlindungan serta masalah sengketa dan belum jelasnya tata cara pembangunan dari hulu hingga hilir menyebabkan tidak banyak orang yang ingin masuk ke industri ini. Adanya perubahan UU ini diharapkan akan meningkatkan daya saing industri jasa konstruksi dalam negeri di era persaingan global.
Dari sentimen-sentimen diatas, tentunya ke-3 hal tersebut merupakan sentimen positif untuk sektor infrastruktur. Namun tidak hanya sektor infrastruktur saja yang berpotensi untuk menguat, sektor konstruksi juga akan terkena imbasnya, terutama ADHI, WIKA dan JSMR yang memenangkan proyek pemerintah.
Meskipun begitu, sentimen tersebut tidak akan langsung memberikan dampak instan terhadap pergerakan harga saham tersebut. Namun, untuk kedepannya, saham-saham sektor infrastruktur masih memiliki prospek yang cerah
Post a Comment