Saham 16 January 2017


Market Research - First Asia Capital PC) 16/1/17

- IHSG akhir pekan lalu bergerak fluktuatif dan kembali tutup di teritori negatif. IHSG koreksi 19,767 poin (0,4%) di 5272,983. Ini merupakan koreksi IHSG untuk lima hari perdagangan berturut-turut. Koreksi IHSG ini bersifat anomali dibandingkan pergerakan bursa kawasan dan global yang cenderung menguat akhir pekan lalu. Saham yang terkoreksi tajam yakni Vale Indonesia Tbk (INCO), terkoreksi 15,9% di Rp2480 sebagai akibat kebijakan pemerintah yang membuka kembali ekspor mineral mentah melaui penerbitan PP No 1/2017 sebagai revisi dari PP No 23/2010. Sebaliknya kebijakan pemerintah tersebut membuat harga saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat hingga 6,3% di Rp920. Secara keseluruhan koreksi IHSG turut dipicu arus dana asing yang keluar dari pasar. Akhir pekan lalu penjualan bersih asing mencapai Rp364,61miliar. Data ekspor impor China Desember lalu yang kurang menggembirakan turut mempengaruhi tekanan di sejumlah saham tambang dan perkebunan. Selama sepekan terakhir IHSG koreksi 1,4% setelah pekan sebelumnya menguat 0,95%. Sepekan kemarin penjualan bersih asing mencapai Rp794,78 miliar.

- Sementara Wall Street akhir pekan lalu bergerak bervariasi dan cenderung ditutup di positif area. Indeks DJIA melemah tipis 0,03% di 19885,73. Indeks S&P dan Nasdaq menguat masing-masing 0,2% dan0,5% di 2274,64 dan 5574,12. Koeksi terutama dipicu saham sektor energi menyusul koreksi harga minyak mentah 1,2% di USD52,52/barel. Sedangkan saham sektor industri, keuangan, dan teknologi berhasil menguat menyusul respon pasar atas hasil laba sepanjang 2016 lalu yang bagus.

- Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi di tengah penantian pasar atas rilis laba 2016 sejumlah emiten sektoral. Harga minyak yang kembali melemah dan minimnya arus capital inflow ke pasar membuat pergerakan harga saham sektoral relatif terbatas cenderung koreksi. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5250 hingga 5310 cenderung melemah.                                              

S1 5250  S2 5210  R1 5310  R2 5330

Saham Pilihan

TLKM 3900-4050 TB, SL 3850
ASII 7900-8300 TB, SL 7850
BBRI 11750-12100 BoW, SL 11600
BBTN 1880-1925 TB, SL 1810
UNTR 21350-22600 TB, SL 21000
PGAS 2730-2840 BoW, SL 2680
ADRO 1660-1735 BoW, SL 1640
ANTM 860-1000 Buy, SL 840
RALS 1210-1300 BoW, SL 1170
INDF 7750-8000 Buy, SL 7600

Disclaimer On

No comments