Saham 16 Desember2016
Update (16 Desember2016):
IHSG Respon Negatif Kenaikan Suku Bunga Amerika
IHSG langsung merespon negatif kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika dengan penurunan tipis sebesar 0,161% dan ditutup di level 5.254 poin. Mayoritas sektor ditutup melemah dan tercatat hanya sektor agrikultur dan consumer goods yang mencatatkan penguatan. Investor asing pun masih melanjutkan aksi jual bersih sebesar Rp627 miliar. Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers antara lain MYRX, WIKA, dan MNCN sementara yang menjadi top loosers antara lain PWON, SMGR, dan PGAS.
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus dengan ekspor yang kembali tumbuh. Sepanjang bulan November, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar USD 837,8 juta dengan ekspor sebesar USD13,5 miliar (5,91% mom) dan impor USD12,6 miliar (+9,9% mom). Pertumbuhan komponen ekspor didominasi oleh komponen non-migas yang naik 6,04% mom sedangkan komponen migas naik 4,47%. Sementara kenaikan komponen impor didominasi oleh impor migas sebesar 13,89% mom dan non migas yang tumbuh 9,39% mom.
Wallstreet ditutup positif dengan DJIA +0,3% dan semakin mendekati 20.000, S&P +0,39%, dan NASDAQ +0,37%. Selain merespon kenaikan tingkat suku bunga, penguatan indeks-indeks utama Amerika disebabkan oleh data-data ekonomi yang bagus seperti data perumahan, IHS Markit PMI, dan inflasi. Pelaku pasar di Amerika semakin bullish terhadap bursa saham di tahun depan yang dipicu oleh deregulasi perbankan dan ekspansi fiskal yang akan dilakukan presiden yang baru. Selain itu, pasar juga memperkirakan akan terjadi kenaikan tingkat suku bunga sebanyak 2 kali di tahun depan.
Bursa regional juga merespon negatif kenaikan suku bunga Amerika dengan indeks Hang Seng -1,77%, Shanghai -0,73%.
• SMRA Akan Operasikan Hotel Baru di Bali
• Belanja Modal 2017 BLTZ Rp 300-400 Miliar
• Bunga Obligasi TPIA Min. 10.8%
• BMRI Lunasi Hutang Obligasi Rp3.6 T
• ANTM Resmi Jual Produk GFA
• DILD Bidik Ekspat Di Surabaya
8:23:13
IHSG 5254.362 (-0.16%)
Nikkei 19378.21 (0.59%)
Hangseng 22059.4 (-1.77%)
FTSE 100 6999.01 (0.72%)
Xetra Dax 11366.4 (1.08%)
Dow Jones 19852.24 (0.3%)
Nasdaq 5456.854 (0.37%)
S&P 500 2262.03 (0.39%)
Pagi ini bursa regional menguat, IHSG fluktuatif, menguat terbatas (5215-5280)
Oil Price USD/barel 54.19 (0.3%)
Gold Price USD/Ounce 1129.86 (0.1%)
Nickel-LME (US$/ton) 11249.5 (-1.04%)
Tin-LME (US$/ton) 21360 (0.56%)
CPO Malaysia (RM/ton) 3189 (0%)
Coal EUR (US$/ton) 82.5 (2.17%)
Coal NWC (US$/ton) 82.85 (3.95%)
Exchange Rate (Rp/US$) 13418 (0.254%)
Telkom (TLK) 3887
Trading Ideas (disclaimer):
B o W: AALI, TP 17,300-17,450, SL 16,650/16,550
B o W: UNTR, TP 23,150-23,500, SL 21,850
B o W: ASII, TP 7,900-7,975, SL 7,425
B o W: KRAS, TP 870-890, SL 785
B o W: CTRS, TP 2,850-2,900, SL 2,620
Sumber ©Mega Capital Sekuritas
IHSG Respon Negatif Kenaikan Suku Bunga Amerika
IHSG langsung merespon negatif kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika dengan penurunan tipis sebesar 0,161% dan ditutup di level 5.254 poin. Mayoritas sektor ditutup melemah dan tercatat hanya sektor agrikultur dan consumer goods yang mencatatkan penguatan. Investor asing pun masih melanjutkan aksi jual bersih sebesar Rp627 miliar. Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers antara lain MYRX, WIKA, dan MNCN sementara yang menjadi top loosers antara lain PWON, SMGR, dan PGAS.
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus dengan ekspor yang kembali tumbuh. Sepanjang bulan November, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar USD 837,8 juta dengan ekspor sebesar USD13,5 miliar (5,91% mom) dan impor USD12,6 miliar (+9,9% mom). Pertumbuhan komponen ekspor didominasi oleh komponen non-migas yang naik 6,04% mom sedangkan komponen migas naik 4,47%. Sementara kenaikan komponen impor didominasi oleh impor migas sebesar 13,89% mom dan non migas yang tumbuh 9,39% mom.
Wallstreet ditutup positif dengan DJIA +0,3% dan semakin mendekati 20.000, S&P +0,39%, dan NASDAQ +0,37%. Selain merespon kenaikan tingkat suku bunga, penguatan indeks-indeks utama Amerika disebabkan oleh data-data ekonomi yang bagus seperti data perumahan, IHS Markit PMI, dan inflasi. Pelaku pasar di Amerika semakin bullish terhadap bursa saham di tahun depan yang dipicu oleh deregulasi perbankan dan ekspansi fiskal yang akan dilakukan presiden yang baru. Selain itu, pasar juga memperkirakan akan terjadi kenaikan tingkat suku bunga sebanyak 2 kali di tahun depan.
Bursa regional juga merespon negatif kenaikan suku bunga Amerika dengan indeks Hang Seng -1,77%, Shanghai -0,73%.
• SMRA Akan Operasikan Hotel Baru di Bali
• Belanja Modal 2017 BLTZ Rp 300-400 Miliar
• Bunga Obligasi TPIA Min. 10.8%
• BMRI Lunasi Hutang Obligasi Rp3.6 T
• ANTM Resmi Jual Produk GFA
• DILD Bidik Ekspat Di Surabaya
8:23:13
IHSG 5254.362 (-0.16%)
Nikkei 19378.21 (0.59%)
Hangseng 22059.4 (-1.77%)
FTSE 100 6999.01 (0.72%)
Xetra Dax 11366.4 (1.08%)
Dow Jones 19852.24 (0.3%)
Nasdaq 5456.854 (0.37%)
S&P 500 2262.03 (0.39%)
Pagi ini bursa regional menguat, IHSG fluktuatif, menguat terbatas (5215-5280)
Oil Price USD/barel 54.19 (0.3%)
Gold Price USD/Ounce 1129.86 (0.1%)
Nickel-LME (US$/ton) 11249.5 (-1.04%)
Tin-LME (US$/ton) 21360 (0.56%)
CPO Malaysia (RM/ton) 3189 (0%)
Coal EUR (US$/ton) 82.5 (2.17%)
Coal NWC (US$/ton) 82.85 (3.95%)
Exchange Rate (Rp/US$) 13418 (0.254%)
Telkom (TLK) 3887
Trading Ideas (disclaimer):
B o W: AALI, TP 17,300-17,450, SL 16,650/16,550
B o W: UNTR, TP 23,150-23,500, SL 21,850
B o W: ASII, TP 7,900-7,975, SL 7,425
B o W: KRAS, TP 870-890, SL 785
B o W: CTRS, TP 2,850-2,900, SL 2,620
Sumber ©Mega Capital Sekuritas

Post a Comment